Salaam......^__^
Sebenarnya hari nie ga terlalu ersemangat buat nulis. Ga tau kenapa belakangn ini sering merasa males, dan ga bersemangat. berangkat kerja pun seakan ga ada gairah, cuma karena kewajiban dan tanggung jawab, Pun begitu hari ini. Mungkin menulis bisa mengurai sedikit rasa malas yang terasa.
![]() |
| Jeruk sambel, bijinya pahit |
Well, postingan ini aku buat karena aku sering inget tentang protes seseorang. orang itu selalu protes kalo aku masak sesuatu yang menggunakan jeruk sambel. Aku sering masak menggunakan perasan jeruk sambel sebagai pengganti cuka maupun bahan tambahan dalam masakan yang membutuhkan rasa asam. Nah terus, kalo udah pake perasan jeruk gtu ga aku saring, ya habisnya kan jeruknya cuma satu, ngerepotin deh kalo harus diperas segala. Alhasil, biji jeruknya sering kali ikut masuk ke dalam masakan. Dan saat orang itu makan (dia selalu makan masakanku) walau rasanya enak, tapi rasa enak itu segera tercoreng karena orang itu enggak sengangaja mengingit biji jeruk. Tau rasanya gimana????Auhhhhhhhh pait bangets........ ga tau itu kok hanya terjadi sama dia, aku malah ga pernah tuh kegigit ma biji jeruk dari masakanku. entah karena aku sendiri yang masak or karena aku sering berlama-lama saat makan, atau karena dia yang terlalu terburu-buru waktu makan, sampe ga bisa ngebedaan itu biji jeruk. ya....biji jeruknya sih kecil, mengigitnya pun ga sengaja. Tapi efek rasa paitnya bikin orang itu langsung memuntahkan semua makanan yang sedang dikunyahnya. Heheheehhe aduh biji jeruk, kamu benar-enar mengganggu deh kalo kecampur dalam masakan.
Tapi biarpun aku ga pernah (so far) mengalami insiden biji jeruk itu, tapi aku sering mengalami insiden kecil yang juga mengganggu. Dan insiden yang mengganggu aku itu berhungan dengan daging (daging ayam dan terutama daging sapi). Begini, daging itu kan berserat, dan sering kali pas kita makan daging, serat daging seringkali terselip disela-sela gigi. Well......buat yang pernah mengalami kejadian macam oini, pasti ngerti deh seberapa mengganggunya itu daging nyelip. rasa ga nyaman dan menganggu karena sekerat daging yang terselip di gigi itu bisa sangat mengganggu, kadang sampe seharian sampe itu daging lepas. UUUhhhhhhh nyebelin bangets.
![]() |
| Daging nyelip |
Insiden ini sering terjadi pada ku, karena aku termasuk orang yang ga pede harus menggunakan tusuk gigi di tempat umum, juga karena aku merasa jijik melihat orang menggunakan tusuk gigi. Iiiihhhhh kadang aku sampe mual dan ilfeel deh. So, aku hanya mau menggunakan tusuk gigi dikamar mandi or tempat yang benar-benar privasi. Makanya aku sering mangalami insiden daging nyelip ini.
Intinya, kalo kalian pernah mengalami insiden2 kecil ini , baik itu kegigit biji jeruk yang masuk dalam makanan atau daging nyelip, kebayang deh ga enaknya.
Makanya itu jangan sampe deh ada orang yang menganggap kita ibarat biji jeruk dalam makanan atau daging nyelip itu. Udah kecil, ga ada gunanya, ganggu banget lagi. Boro-boro ada yang mengharapkan, kehadiran dia aja udah cukup mengganggu. Bhakan orang-orang bersyukur banget kalo orang yang dianggap biji jeruk dalam makanan atau daging nyelip ga hadir ditengah-tengah mereka.
Knock-knock the table, jangan sampe deh kita jadi seperti ini. Tapi kadang ada saatnya mungkin temen2 kita sedang membicarakan suatu rahasia yang tidak seharusnya kita ketahui, mungkin karena pembicaraan itu yang terlalu pribadi atau malah sedang merencanakan surprise buat kita. nah pada saat-saat tertentu yang seperti ini, mungkin kita selayaknya tahu diri untuk tidak ikut andil dalam pembicaraan seperti itu. yang pasti kita harus tahu kapan kita sebaiknya tidak ikut andil. Tapi bukan berarti kita adalah biji jeruk, atau daging nyelip. yang pasti, pandai-pandailah membawa dan menjaga diri. Bukankah pepatah lama juga bilang, dimana langit dijunjung, disitu bumi dipijak, yang artinya kurang lebih kita harus bisa beradaptasi dan menyesuaikan diri, ya...biar ga jadi biji jeruk dan daging nyelip. Yang pasti, sekarang kita dituntut untuk bijak dalam bersikap dan beradaptasi, agar tidak dianggap mengganggu, tapi juga tetap berada di koridor. Hmmmm jadi inget dengan suatu tulisan yang entah dibuku apa pernah aku baca, begini isi tulisan itu
"Bergaullah dengan banyak orang, agar warna sejati mu terbangun indah". Kalau sudah begini, bukankah berteman itu jadi indah dan seru. Iya ga friends???


0 comments:
Post a Comment