Salam......
Akhirnya muncul lagi setelah belum terlalu lama. hhhh senangnya. Hari ini ketika aku kembali menghentakkan jari pada papan kibor mungkin akan menjadi salah satu hari besar yang mengubah hidup bagi sebagian orang. Mungkin salah dua adek sepupuku, diantaranya. Yuup....hari ini adalah pengumuman kelulusan bagi siswa SMA sederajat. Ntahlah dengan sistem yang berlaku sekarang, kelulusan sekolah, terkhusus lagi adalah SMA adalah sesuatu yang menegangkan dan sangat dinantikan. mungkin karena kriteria dan syarat kelulusan yang semakin ketat dan standar nilai yang semakin tinggi. Mungkin standar nilai kelulusan itu memang tersa berat buat sebagian (besar) siswa, tapi sungguh dibalik itu semua aku tetap setuju pada sistem yang menjadikan ujian sebagai syarat kelulusan dengan standarisasi nilai. yaaa.....mungkin memang sistem yang berlaku sekarang di negara kita memang bukan sistem yang ideal, tapi bagaimana pun kita butuh standar untuk sebuah kelulusan sekolah formal. dan yaa....bagi ku ujian nasional itulah standar-nya. walau mungkin bukan satu2nya ukuran kecerdasan, tapi sebagai standar bagi pendidikan. toohh ujian nasional yang banyak ditakutkan murid, orang tua dan guru itu juga ada dampak baiknya kok. iya kan????
Well....semua yang tadi aku tulis hanya sebuah pengantar, dari apa yang sebenernya pengen aku curahkan. Tapi pengantar kok pengantar ya panjang amat yak???hahahahaha soalnya aku jadi teriku-ikut suasana pengumuman kelulusan, walaupun aku ga tersangkut put sama sekali dengan hal itu sekarang. lha iya dong...wong aku udah lulus SMA, n juga udah ga ngajar lagi. Ya...udah ga ngajar lagi, artinya dulu aku pernah mengajar. bener. dan ternyata aku suka mengajar. hehehehehe (penting ga siih????)
Sekolah, pendidikan, tentu tak terlepas dari yang namanya guru yang katanya di gugu dan di tiru. tapi entahlah apa karena dunia yang semakin tua, atau karena manusia yang semakin gila, banyak sekali sekarang ini prilaku, sikap dan tingkah laku guru yang tidak untuk digugu dan ditiru. tapi however.....guru adalah guru. dan aku punya catatan tersediri tentang sosok profesi guru.
Catatan ini aku sadari ketika waktu itu (sekitar dua tahun lalu, tepatnya tanggal berapa aku lupa) aku mendapat tugas untuk mewakili kantor menghadiri peresmian hutan sekolah di sekolah adiwiyata, dan kebetulan waktu itu aku masuk salah satu tim penilai adiwiyata provinsi. Sekolahnya dekat dari kantor, dan pergilah aku kesana pake motor. Sesampainya disekolahan itu, ternyata yang menyambut para tamu dan hadirin hadirot yang hadir adalah seorang pak guru yang sangat aku kenal. Ya.....pak guru itu adalah guru bahasa inggris waktu aku di SMP dulu, dan malah pernah jadi wali kelas waktu aku kelas 2 (kalo ga salah). Ehhh....ternyata bapak itu pun masih inget sama aku. Hmmmmmm kalo kata orang sih, murid yang masih diinget guru-nya setelah bertahun2 itu kalo ga murid yang paling bandel ya murid yang paling pinter. jadi aku diinget karena yang mana dong, hehehehehe ^__^ (maksud looo...). surprise juga aku, kalo bapak itu sampe inget nama lengkap ku (ga sekalian ama binti-nya siih). Pendek kata, sambil berjalannya acara yangsebelumnya diawali dengan molor beberapa lama, aku disamperin bapak itu. bukannya aku ga mau sih nyamperin bapak itu duluan, tapi kan biasanya panitia itu sibuk, apalagi waktu itu tamu undangannya ada walikota segala, soo....aku ga mau ganggu bapak itu aja. ternyata bapak itu yang nyamperin aku duluan, dan ngobrol-lah kami tentang banyak hal. dari mulai hal yang remeh temeh semisal nanyain kabar guru-guru SMP -ku dulu, da banpak itu juga nanyain kabar temen2 SMP dulu, sampe nanyain masalah apakah aku sudah nikah or belum, tinggal dimanadll. sampai akhirnya bapak itu nanya aku kerja dimana dan hal-ihwal kok bisa aku yang menghadiri acara tersebut. ternyata bapak itu juga kaget aku yang datang mewakili kantor. secara....yang menghadirinya kan sampe walikota segala, yang lainnya kepala dinas, intinya sih bapak itu berpikiran di awal yang dateng itu ya....stidaknya level kepala bidang lah. jujur aja aku kaget juga dapet pertanyaan dan pernyataan segamblang itu. akhirnya aku jelaskan bahwa kenapa aku yang hadir ya karena aku dianggap mengerti kondisi acara seperti itu,karena sangkut pautnya dengan program sekolah adiwiyata dimana aku salah satu tim penilainya. malu juga aku ditanya seperti itu oleh bapak guru bahasa inggris SMP-ku itu.
Tapi diluar dugaan, setelah itu bapak itu malah terlihat lebih sumringah setelah mendengar penjelasan ku. akhirnya bapak itu ngomong lagi, bahwa dia bangga dan kadang sidikit terkejut dan senang melihat pencapaian mantan murid-muridnya sekarang ini. Bagi nya, banyak muridnya yang dianggapnya telah sukses dan mendapatkan karier yang sangat mengagumkan di bidang kerja masing-masing. meski pun dia masih saja sama seprti dulu, masih juga menjadi guru bahasa inggris SMP, meski mungkin sudah dimutasi dan rolling ke skolah lain. giliran aku yang akegt dengan penejelan bapak itu. Terus bapak itu mengungkapkan, meski kadang dia merasa kecil ketika berhadapan dengan mantan siswanya yang kini udah berhasil di dunia kerja, tapi dalam hati dia tetap menyimpan rasa senang dan bangga, bahwa dia pernah menjadi bagian dari pencapaian siswanya saat ini. meski mungkin hanya bagian yang sangat kecil dan singkat saja.
Jatuh aku dalam haru mendengar omongan Pak Guru Bahasa Inggris SMP-ku itu. begitu rupanya isi hati bapak ini, yang mungkin mewakili isi hati banyak guru-guru lainnya.
Tiba-tiba saja aku teringat pada terminal atau pom bensin. Bapak Guru Bahasa Inggris SMP-ku itulah terminal atau pom bensin itu. dimana berbagai kendaraan datang untuk memuat penumpang dan isi bahan bakar, untuk selanjutnya pergi dan terus menjauh ke berbagai arah. Ya......aku pun terdiam oleh penjelan Pak Guru Bahasa Inggris SMP-ku itu. n I was a teacher too.....
Akhirnya muncul lagi setelah belum terlalu lama. hhhh senangnya. Hari ini ketika aku kembali menghentakkan jari pada papan kibor mungkin akan menjadi salah satu hari besar yang mengubah hidup bagi sebagian orang. Mungkin salah dua adek sepupuku, diantaranya. Yuup....hari ini adalah pengumuman kelulusan bagi siswa SMA sederajat. Ntahlah dengan sistem yang berlaku sekarang, kelulusan sekolah, terkhusus lagi adalah SMA adalah sesuatu yang menegangkan dan sangat dinantikan. mungkin karena kriteria dan syarat kelulusan yang semakin ketat dan standar nilai yang semakin tinggi. Mungkin standar nilai kelulusan itu memang tersa berat buat sebagian (besar) siswa, tapi sungguh dibalik itu semua aku tetap setuju pada sistem yang menjadikan ujian sebagai syarat kelulusan dengan standarisasi nilai. yaaa.....mungkin memang sistem yang berlaku sekarang di negara kita memang bukan sistem yang ideal, tapi bagaimana pun kita butuh standar untuk sebuah kelulusan sekolah formal. dan yaa....bagi ku ujian nasional itulah standar-nya. walau mungkin bukan satu2nya ukuran kecerdasan, tapi sebagai standar bagi pendidikan. toohh ujian nasional yang banyak ditakutkan murid, orang tua dan guru itu juga ada dampak baiknya kok. iya kan????
Well....semua yang tadi aku tulis hanya sebuah pengantar, dari apa yang sebenernya pengen aku curahkan. Tapi pengantar kok pengantar ya panjang amat yak???hahahahaha soalnya aku jadi teriku-ikut suasana pengumuman kelulusan, walaupun aku ga tersangkut put sama sekali dengan hal itu sekarang. lha iya dong...wong aku udah lulus SMA, n juga udah ga ngajar lagi. Ya...udah ga ngajar lagi, artinya dulu aku pernah mengajar. bener. dan ternyata aku suka mengajar. hehehehehe (penting ga siih????)
Sekolah, pendidikan, tentu tak terlepas dari yang namanya guru yang katanya di gugu dan di tiru. tapi entahlah apa karena dunia yang semakin tua, atau karena manusia yang semakin gila, banyak sekali sekarang ini prilaku, sikap dan tingkah laku guru yang tidak untuk digugu dan ditiru. tapi however.....guru adalah guru. dan aku punya catatan tersediri tentang sosok profesi guru.
![]() |
| Syarat-syarat guru ideal |
Tapi diluar dugaan, setelah itu bapak itu malah terlihat lebih sumringah setelah mendengar penjelasan ku. akhirnya bapak itu ngomong lagi, bahwa dia bangga dan kadang sidikit terkejut dan senang melihat pencapaian mantan murid-muridnya sekarang ini. Bagi nya, banyak muridnya yang dianggapnya telah sukses dan mendapatkan karier yang sangat mengagumkan di bidang kerja masing-masing. meski pun dia masih saja sama seprti dulu, masih juga menjadi guru bahasa inggris SMP, meski mungkin sudah dimutasi dan rolling ke skolah lain. giliran aku yang akegt dengan penejelan bapak itu. Terus bapak itu mengungkapkan, meski kadang dia merasa kecil ketika berhadapan dengan mantan siswanya yang kini udah berhasil di dunia kerja, tapi dalam hati dia tetap menyimpan rasa senang dan bangga, bahwa dia pernah menjadi bagian dari pencapaian siswanya saat ini. meski mungkin hanya bagian yang sangat kecil dan singkat saja.
Jatuh aku dalam haru mendengar omongan Pak Guru Bahasa Inggris SMP-ku itu. begitu rupanya isi hati bapak ini, yang mungkin mewakili isi hati banyak guru-guru lainnya.
Tiba-tiba saja aku teringat pada terminal atau pom bensin. Bapak Guru Bahasa Inggris SMP-ku itulah terminal atau pom bensin itu. dimana berbagai kendaraan datang untuk memuat penumpang dan isi bahan bakar, untuk selanjutnya pergi dan terus menjauh ke berbagai arah. Ya......aku pun terdiam oleh penjelan Pak Guru Bahasa Inggris SMP-ku itu. n I was a teacher too.....
![]() |
| teacher |

