Friday, 24 May 2013

Teacher; from the begin till the last

Salam......
Akhirnya muncul lagi setelah belum terlalu lama. hhhh senangnya. Hari ini ketika aku kembali menghentakkan jari pada papan kibor mungkin akan menjadi salah satu hari besar yang mengubah hidup bagi sebagian orang. Mungkin salah dua adek sepupuku, diantaranya. Yuup....hari ini adalah pengumuman kelulusan bagi siswa SMA sederajat. Ntahlah dengan sistem yang berlaku sekarang, kelulusan sekolah, terkhusus lagi adalah SMA adalah sesuatu yang menegangkan dan sangat dinantikan. mungkin karena kriteria dan syarat kelulusan yang semakin ketat dan standar nilai yang semakin tinggi. Mungkin standar nilai kelulusan itu memang tersa berat buat sebagian (besar) siswa, tapi sungguh dibalik itu semua aku tetap setuju pada sistem yang menjadikan ujian sebagai syarat kelulusan dengan standarisasi nilai. yaaa.....mungkin memang sistem yang berlaku sekarang di negara kita memang bukan sistem yang ideal, tapi bagaimana pun kita butuh standar untuk sebuah kelulusan sekolah formal. dan yaa....bagi ku ujian nasional itulah standar-nya. walau mungkin bukan satu2nya ukuran kecerdasan, tapi sebagai standar bagi pendidikan. toohh ujian nasional yang banyak ditakutkan murid, orang tua dan guru itu juga ada dampak baiknya kok. iya kan????
Well....semua yang tadi aku tulis hanya sebuah pengantar, dari apa yang sebenernya pengen aku curahkan. Tapi pengantar kok pengantar ya panjang amat yak???hahahahaha soalnya aku jadi teriku-ikut suasana pengumuman kelulusan, walaupun aku ga tersangkut put sama sekali dengan hal itu sekarang. lha iya dong...wong aku udah lulus SMA, n juga udah ga ngajar lagi. Ya...udah ga ngajar lagi, artinya dulu aku pernah mengajar. bener. dan ternyata aku suka mengajar. hehehehehe (penting ga siih????)
Sekolah, pendidikan, tentu tak terlepas dari yang namanya guru yang katanya di gugu dan di tiru. tapi entahlah apa karena dunia yang semakin tua, atau karena manusia yang semakin gila, banyak sekali sekarang ini prilaku, sikap dan tingkah laku guru yang tidak untuk digugu dan ditiru. tapi however.....guru adalah guru. dan aku punya catatan tersediri tentang sosok profesi guru.
Syarat-syarat guru ideal
Catatan ini aku sadari ketika waktu itu (sekitar dua tahun lalu, tepatnya tanggal berapa aku lupa) aku mendapat tugas untuk mewakili kantor menghadiri peresmian hutan sekolah di sekolah adiwiyata, dan kebetulan waktu itu aku masuk salah satu tim penilai adiwiyata provinsi. Sekolahnya dekat dari kantor, dan pergilah aku kesana pake motor. Sesampainya disekolahan itu, ternyata yang menyambut para tamu dan hadirin hadirot yang hadir adalah seorang pak guru yang sangat aku kenal. Ya.....pak guru itu adalah guru bahasa inggris waktu aku di SMP dulu, dan malah pernah jadi wali kelas waktu aku kelas 2 (kalo ga salah). Ehhh....ternyata bapak itu pun masih inget sama aku. Hmmmmmm kalo kata orang sih, murid yang masih diinget guru-nya setelah bertahun2 itu kalo ga murid yang paling bandel ya murid yang paling pinter. jadi aku diinget karena yang mana dong, hehehehehe ^__^ (maksud looo...). surprise juga aku, kalo bapak itu sampe inget nama lengkap ku (ga sekalian ama binti-nya siih). Pendek kata, sambil berjalannya acara yangsebelumnya diawali dengan molor beberapa lama, aku disamperin bapak itu. bukannya aku ga mau sih nyamperin bapak itu duluan, tapi kan biasanya panitia itu sibuk, apalagi waktu itu tamu undangannya ada walikota segala, soo....aku ga mau ganggu bapak itu aja. ternyata bapak itu yang nyamperin aku duluan, dan ngobrol-lah kami tentang banyak hal. dari mulai hal yang remeh temeh semisal nanyain kabar guru-guru SMP -ku dulu, da banpak itu juga nanyain kabar temen2 SMP dulu, sampe nanyain masalah apakah aku sudah nikah or belum, tinggal dimanadll. sampai akhirnya bapak itu nanya aku kerja dimana dan hal-ihwal kok bisa aku yang menghadiri acara tersebut. ternyata bapak itu juga kaget aku yang datang mewakili kantor. secara....yang menghadirinya kan sampe walikota segala, yang lainnya kepala dinas, intinya sih bapak itu berpikiran di awal yang dateng itu ya....stidaknya level kepala bidang lah. jujur aja aku kaget juga dapet pertanyaan dan pernyataan segamblang itu. akhirnya aku jelaskan bahwa kenapa aku yang hadir ya karena aku dianggap mengerti kondisi acara seperti itu,karena sangkut pautnya dengan program sekolah adiwiyata dimana aku salah satu tim penilainya. malu juga aku ditanya seperti itu oleh bapak guru bahasa inggris SMP-ku itu.
Tapi  diluar dugaan, setelah itu bapak itu malah terlihat lebih sumringah setelah mendengar penjelasan ku. akhirnya bapak itu ngomong lagi, bahwa dia bangga dan kadang sidikit terkejut dan senang melihat pencapaian mantan murid-muridnya sekarang ini. Bagi nya, banyak muridnya yang dianggapnya telah sukses dan mendapatkan karier yang sangat mengagumkan di bidang kerja masing-masing. meski pun dia masih saja sama seprti dulu, masih juga menjadi guru bahasa inggris SMP, meski mungkin sudah dimutasi dan rolling ke skolah lain. giliran aku yang akegt dengan penejelan bapak itu. Terus bapak itu mengungkapkan, meski kadang dia merasa kecil ketika berhadapan dengan mantan siswanya yang kini udah berhasil di dunia kerja, tapi dalam hati dia tetap menyimpan rasa senang dan bangga, bahwa dia pernah menjadi bagian dari pencapaian siswanya saat ini. meski mungkin hanya bagian yang sangat kecil dan singkat saja.
Jatuh aku dalam haru mendengar omongan Pak Guru Bahasa Inggris SMP-ku itu. begitu rupanya isi hati bapak ini, yang mungkin mewakili isi hati banyak guru-guru lainnya.
Tiba-tiba saja aku teringat pada terminal atau pom bensin. Bapak Guru Bahasa Inggris SMP-ku itulah terminal atau pom bensin itu. dimana berbagai kendaraan datang untuk memuat penumpang dan isi bahan bakar, untuk selanjutnya pergi dan terus menjauh ke berbagai arah. Ya......aku pun terdiam oleh penjelan Pak Guru Bahasa Inggris SMP-ku itu. n I was a teacher too.....
teacher

Sunday, 5 May 2013

Environmental Inspector

Salam.......
Lama sekali tak bersua. sungguh rinduku meruah untuk menari menuliskan kata hati dan buah pikiran dalam kolom2 ini. sampe tumpeh2......(versi iklannya). Rasanya banyak banget yang pengen aku tuangkan, banyak yang ingin aku ceritakan. Hal2 menarik dan ajaib maupun bad  n sad story about me. Tapi kayaknya sulit buat menemukan waktu yang tepat buat merangkum semua itu dalam laman blog ini. Uughhhh gayanya kayak sibuk banget deh aku. hehehhehehe. Ada beberapa ide yang pengen aku tulis, pertama soal diklat pengawas lingkungan hidup yang aku ikuti nyaris 3 minggu, terus tentang keluargaku yang kemaren ngumpul disini pas acara nikahan adekku, tentang buku baru yang aku baca n yang udah lama banget aku tunggu dan ternyata memang bagus, tentang kerjaanku yang rasanya semakin seru dan menarik, tentang hari2 dirumah mungiil kami yang berwarna warni. Uuuhhhh pokoknya banyak deh.
Fine, aku mau mengabadikan tentang diklat paling seru yang sampe saat ini pernah aku ikuti. Diklat PPLH. Asli deh sumpah itu keren n seru bangetttttttttzzzzz. tuh liat sampe pake banyak huruf "T" terus pake "Z" pula. artinya itu emang seru sekali. Diklat 3 minggu yang aku ikuti di hotel dyan graha, pekanbaru menyimpan banyak cerita. bukan saja karena materinya menarik dan penting untuk urusan kerjaanku kedepan, tapi juga karena banyak cerita behind the scene yang kayaknya sesutau banget. Mulai dari temen sekamar yang kocak dan menyenangkan banget. aku disana sekamar sama kak fera dari bengkulu n kak murni dari nias. kak murni yang waktu itu lagi hamil 5 bulan, wow....bener2 deh kk itu, semangat banget ikut itu dikalt meski lagi hamil yang udah cukup gede gitu. padahal dari kamar kami di lantai 5 ke ruangan belajar itu harus naik tangga manual, belum lagi ga ada wc di ruangan belajar, so kk itu mesti bolak-balik kama-ruang belajar entah berapa kali sehari, apalagi bumil kan sering kencing. tapi itulah perjuangan kak murni. Belum lagi kalo kami lagi nyeritain soal pengawasan atau pengalaman2 di lapangan, kak murni suka bingung sendiri karena dia belum pernah pengawasan, soalnya di kabupaten mereka yang baru beberapa tahun berdiri belum ada usaha atau industri yang mau diawasi. Pernah suatu kali aku menyaran kak murni buat ngawasin SPBU aja, lantas kak murni bilang begini "lha SPBU nya baru aja mau di bangun, itu tanahnya baru aja ditebas". Glekkk....tinggal aku yang kaget. yaa.....kk ntar aja deh pengawasnnya, kalo udah jadi.
Temen sekamar yang satu lagi namanya kak fera dari bengkulu tengah. orangnya eksis abis. hampir di setiap foto selalu nongol mukanya dia. bener2 eksis plus narsis, kayaknya kk ini tau banget deh dimana orang mau foto n dimana ada kamera. kadang klo udah dikamar kita bertiga suka ngrumpi, ngobrol dari hal2 yang serius n beneran sampe yang ga bener. hehehehehe termasuk ngegodain kak fera yang masih single. atau juga kita ngeledekin para WI n temen2 lainnya. hahahahahaha kamar kita termasuk salah satu kamar yang paling berisik n heboh. tapi memang menyenangkan.
Sebagian peserta n Pak Bambang Pram
Temen2 yang iut diklat ini berasal dari seluruh provinsi di sumatera, dari BLH provinsi dan kabupaten. Makanya pengalaman kita beda2. tapi untung waktu masuk diklat ini ada temen dari kabupaten disini yaitu pak heri dari belitung n bang bambang dari beltim yang udah aku kenal sebelumnya juga deka dari bengkulu yang dulu pernah ketemu. so aku ga bengong2 bangetlah waktu belum kenal siapapun. Temen2nya semuanya lucu2, konyol2. Makanya meski kegiatannya melelahkan, kadang banyolan dan kelucuan temen2 yang bikin kita ketawa dan ngakak abis bisa membuat refresh dan menghilangkan sedikit  ngantuk.
Tapi materi yang diajarkan bener2 menarik dan menantang (menurutku sih), walaupun seringkali tugas yang diberikan harus dikerjakan ampe larut malem. Makanya selama di diklat ini, tidur diatas jam 1 pagi itu bukan sesuatu yang luar biasa. malah hampir menjadi rutinitas kami. Tak heran waktu udah pulang kerumah masing2, aku masih terbawa dengan kebisaan tidur larut malam. Mlah pernah dua malam setelah pulang dari pekan baru, aku tidur jam normal jam 10 malem, alhasil jam 3.20 pagi aku udah ga bisa mejem lagi. yaaa akhirnya aku bangun n melek ampe pagi. Dan ternyata hal itu juga dialami ama temen2 yang lain. aku sih taunya dari update status facebook mereka. hehehehehe ala bisa karena biasa kan????
Selama di diklat ini, kami terpaksa nyuci pake jasa ibu2 tukang laundry diluaran. maklum laundry di hotel mahal bo....dan ibu laundry itu sepertinya kurang bisa bahasa indonesia. pernah suatu kali waktu itu malem minggu, banyak temen2 yang pulang atau nginep ditempat sodara di pekanbaru, hasilnya laundry-an banyak yang ga diambil. terus ibu itu ngomel2, eehhhh yang ada disana cuma aku. ngomel lah ibu itu ke aku. parahnya aku  ga ngeerti ibu itu ngomong apaan. ibu itu kan pake bahasa padang, cepet pula ngomongnya. lha mana aku ngerti. akhirnya laundry-an temen2 yang pada ga diambil itu kita yang ada ditempat yang ngambil (dari pada itu ibu marah2 terus). Ternyata sebagian besar adalah cucian para cowok2 itu. gubrakkkk kita kaget banget pas ngambil bungkusan plastik bening berisi cucian bersih itu. alaamaaaakkkkkk tuh CD bin cunderwear alias celana dalamnya terpampang dengan manisnya dibagian paling atas tumpukan cucian. ooo,,,,maiiiii....gat......parah nih cowok2. Gila nie....cowok2. aku yang liat justru yang malu, mereka nya sih cuek beibehhhhh...
Minggu ketiga dari diklat itu, kami sudah hampir ga nerima materi lagi, karena memang materinya udah hampir tthe end. Cuma senin pagi aja yang masih ada materi. Terus abis materi itu, kita langsung tes tertulis. 100 biji soal, dalam waktu 90 ment (kalo ga salah). boleh sih buka buku, tapi kayaknya lebih efektif kalo ga buku sih, biar lebih ceepet. Terus hari senin dan selasanya  kami kunjungan lapangan ke pabrik karet n ke ssalah satu rumah sakit besar yang ada di pekanbaru. balik dari lapngan sih tengah hari, sebelum zuhur. kirain abis itu bisa istirohat, tau kalo pun mau diskusi ya....paling sejam dua jam lah. eehhhh ternyanta jauh panggang dari api. diskusi ini berlangsung ampe jam 12 malam lebih. plis deh bro.....tapi diskusi nya emang menarik sih. dan juga untuk kemasalahan bersama. cieee......
Terus hari kamisnya setelah kelar kunjungan kelapanagn dua hari seblumnya, kami diharuskan mempresentasikan temuan yang didapat dari kedua kasus lapangan yang sebelumnya udah didiskusiin. tiap2 kelompok harus mempresntasikan kedua perusahaan itu. kelompok satu ketemu kelompok dua, klompok 3 ketemu kelompok 4 begitulah. naaah hari jumatnya giliran presentasi pribadi. yang dipresentasiin adalah laporan hasil pengawasan, yang lengkap, dari awal sampe akhir. tapi hanya salah atu perusahaan aja.kita diundi dapetnya perusahaan mana. n presentasi pribadi ini bener2 kita one on one ama WI yang jadi penguji. n you know....aku dapet giliran terakhir di kelompokku. sebel juga sih. nunggu giliran terakhir gitu sama dengan memperpanjang waktu untuk deg-degan. trus aku pernah nanya ke ketua kelompokku sambil setengah ngedumel "kenapa sih aku dapet giliran terakhir?" nah terus anto si ketua kelompok jawab gini "karena kamu emang yang paling kecil" hadeeeeh.....jujur banget kan tuh orang???yaaa tapi best side-nya dari dapet giliran terakhir tu, aku bisa tidur sekaligus bales dendam atas tidur jam 2.30 pagi n bangun subuh langsung nyalain laptop ngelarin tugas.Hari terakhir penutupan,  n sebelum penutupan masih lagi ada tes lisan. hadeehh bener2 diklat yang rrruaaarrrr biasa menguras tenaga deh, sampe banyak yang tepar n mesti bertamu ke dokter, kayak liza, nana, juga bapak2 yang sampe minta keroka, atau nyari tukang pijit.
Tapi bniar pun semua merasa lelah acara benyenyong n karokekan abis makan malem tetep jadi acara wajib angkatan diklat kami ini. yaaa .....nyanyi2, ngumpul2, sambil joged2 n ketawa-ketiwi tuh salah satu kenangan yang menarik. juga waktu jalan2 ke pasar bawah juga waktu senam pagi di halaman hotel.
Ahhh diklat ini memang berkesabn. bahkan hingar bingar saat pak Yunizon menygatakan bahwa kami lulus 100% masih saja terngingat. betapa waktu itu kami semua tepuk tangan n kegirangan. N now....some how I miss them on their own way.......
Sebelum kunjungan lapangan


 
Copyright 2009 My Memoar. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Blogger Showcase