Thursday, 2 October 2014

Wukuf

Copas dari Renungan Kecil di Hari Arafah

Haji adalah Arafah...
Arafah adalah Hari Perenungan...
Sebuah perenungan tentang Sang Khalik...
Sebuah perenungan tentang untuk apa kita diciptakan...

Arafah adalah sebuah potret kecil tentang Mahsyar...
Mahsyar adalah sebuah hari dimana manusia akan ditimbang kadar Al-Haq dalam dirinya...
Mahsyar adalah sebuah hari yang sangat terik yang tidak ada penghalang atasnya...
Mahsyar adalah sebuah hari yang mencekam dimana manusia ditimpa resah dan gelisah...
Kegelisahan yang teramat sangat karena Mahsyar adalah hari penantian tentang nasib manusia apakah ia akan masuk surga atau neraka...
Mahsyar adalah sebuah hari penyesalan...
Sebuah penyesalan karena manusia telah lalai menunaikan dharma untuk apa ia dicipta...
Sebuah penyesalan karena manusia lalai untuk beramal shaleh semasa hidup di alam dunia...
Sedemikian dahsyatnya Mahsyar, sehingga manusia kelak akan mencari perlindungan walau hanya pada sebutir kurma yang pernah ia sedekahkan...
Maka, beruntunglah mereka yang Allah beri naungan dari dahsyatnya alam Mahsyar...
Mereka adalah pemimpin yang adil...
Para pemuda yang hatinya tertambat kepada masjid...
Manusia yang bersahabat karena Allah... Manusia yang bersedekah dengan tangan kanannya tanpa harus diketahui oleh tangan kirinya...
Manusia yang menolak perbuatan keji karena takut akan Tuhannya...
Manusia yang tekun ibadahnya seraya berlinang air mata ketika ia berdzikir semata karena takut akan Tuhannya...
Selamat Hari Arafah sahabat-sahabatku...
Semoga Allah mengampuni kehinaan dan kebodohan kita...
Semoga Allah selalu menjadikan kita orang yang rendah hati di setiap langkah kaki di bumi ini...
Semoga Allah meneguhkan iman dan Islam kita...
Mengganti tangisan kita dengan senyuman...
Luka derita dengan kebahagiaan... Kesempitan rezeki dengan kelapangan... Kesesatan dengan petunjuk...
Penyakit dengan kesembuhan...
Kesulitan dengan kemudahan...
Dan keputusasaan dengan harapan..
Ya Allah tidak ada henti air mata ini mengalir memohon...


Ya Allah .....tiada henti kami memohon dari-Mu, memohon ampunan dan maaf dari Mu yang maha luas. Mengharapkan kasih sayang dan rahmat Mu yang sungguh tiada pernah terputus untuk, Hanya kepada Mu kami berlindung, dan hanya Kepada Mu pulalah kami akan kembali
Allah tuhanku kami mohon Mu, ijabahlah doa kami, sampaikan kami pada hajat dan pinta kami.
Jumat, 03 Oktober 2014, ketika paratamu Allah tengah wukuf di Arafah, aku masih dengan doa dan pintaku yang lama, yang masih sabar kunanti, dan dan berharap suatu hari nanti pun bisa berwukuf disana bersama dia yang kusayang Ya Allah....hanya kasih sayang Mu yang kami harapkan. AAmiin.....
(Menuliskan ini saat headset menyuarakan lagu Ungu Bila tiba yang bercerita tentang kematian)

Monday, 29 September 2014

Welcome back.....

Salaam.....
Waduh really realy long time no see. kemalasan demi kemalan yang terus saja dimanjakan, membuat aku tela sekian lama tak berkunjung ke alaman ini. lama sekali berbilang bulan bahkan tahun.
Banyak yang terla terjadi.....banyak sekali. Cerita pahit yang tak ingin ku ceritakan dan bahkan tak ingin ku kenang. Biarkan cerita-cerita pahit dan getir itu berlalu bersama waktu, karena hal-al menyakitkan dan tidak enak itu hanya terjadi sekali, dan aku tidak ingin terjadi berulang kali meski hanya dengan mengingatnya. Badai pasti berlalu.....judul lagu jadul yang selalu aku ingat, dan aku yakini,. Yaaaa badai pasti berlalu.....frasa ini rasanya lebih dalam dan lebih kena dan juga lebih kusukai ketimbang sekedar ikut2an bilang "indah pada waktunya". Aaahhh sungguh aku yakin badai pasti berlalu, dan In sha Allah memang sudah berlalu.
Dan bagaimana pun hidup bukan hanya menwarkan dan memberikan kepahitan, banyak kisah-kisah manis yang teruntai, yang mungkin kadang kita lupa. Sesungguhnya pahit dan manis itu senantiasa berdampingan, bahkan suatu kejadian manis bagi mu bisa saja merupakan kepahitan bagi orang lain. Angle, sudut pandang, tergantung sudut pandang yang kau gunakan. Bukankah tidak ada pengalaman yang bernilai mutlak, relatif, seperti halnya yang dikatakan ilmuwan fisika itu, relativitas. Karena perbedaan sudut pandang, perbedaan nilai. Yang pasti, Allah takkan memberikan cobaan di luar batas kemampuan.

Hhhmm...................sudahlah, cerita lama itu jangan diulang lagi. lagi pun, tak seharusnya menuliskan sesuatu yang kelabu nan muram diawal pertemuan setelah perpisahan panjang. Betul kan ya??? so....i really miss this blog, biarpun berantakan, meskipun followernya dikit, yang komen pun jarang2 tetap saja aku merindukan blogku yang sepi ini. tempatku bercerita segala hal, segala yang seru dan kadang bikin aku malu. Tapi ga papa, aku emang terkenal rada pendiem, meski kadang2 banyak ngomong dan cerewet. Eniwei, honestly pengen deh sering2 berkunjung kemari lagi, menuliskan banyak hal meski nanti yang baca juga aku sendiri. tapi aku tau, suatu hari my best friend Lheea, bakal ngintip dna baca tulisan2 di blog amburadul ini. Karena aku tau dari dulu Lheea emang suka baca tulisanku, hehehehehe (GeeR nya kumat lagi).  So....welcome back to this page, berharap segera dapat berkunjung lagi.



 
Copyright 2009 My Memoar. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Blogger Showcase