Salaam....^__^
Libur lebaran udah selesai, lumayanlah total libur yang 9 hari itu buat merayakan idul fitri dan berlebaran, sekaligus buat merefresh kondisi fisik dan mental, terutama banget buat menyegarkan kembali kemumetan2 selama rutinitas. walaupun sejujurnya liburan itu belum dirasa cukup, bahkan terkadang bukan memberikan kesegaran, malah tak jarang menimbulkan kelelahan2 baru. Tapi ya...ga apa2lah, setidaknya lumayan juga bisa stay at home selama semingguan.
Now ....its time to back to work. Harus menyusun kembali semua rutinitas yang dulu lagi, juga mengumpulkan semua semangat yang dulu pernah dimiliki. Bukan karena apa2, tapi karena itu adalah pilihan yang telah kita buat. Well, hidup kita yang tampak absurd dan amburadul ini, kalo diliat dari ketinggian dan kejujuran memang tampak seperti labirin raksasa, dengan diri kita sebagaai subjek utamanya. kenapa subjek utama???karena akan hadir banyak subjek2 lainnya dalam perjalanan labirin ini, tapi bagaimana pun karena ini adalah labirin ku, maka aku sendiri lah yang menjai peran utama, yang lain hanya penggembira saja. (*kejamnya...)
Dalam hidup, kita meciptakan labirin kita masing2, yang kadang dan seringkali bersinggungan dengan labirin2 labirin milik orang lainnya. Dan tentu saja, dimana2 yang namanya labirin itu pasti berputar dan membingungkan. namun dalam labirin kehidupan, sebanyak apa pun perubahan jalan yang kita ambil, tak ada satu pun yang dapat membawa kita kembali. Mungkin itu lah bedanya labirin ini dengan labirin mainan. Saat kita telah memilih dan mengambil keputusan akan pilihan2 kita itu, makaakan timbul banyak konsekuensi dari pilhan itu. Pilihan2 yang disodorkan oleh kehidupan ini semua tentu mengandung resiko, yang kadang kita sukai, dan tak jarang pula resiko yang tidak kita harapkan. Mungkin karena itulah kenapa manusia dibekali akal pikiran dan juga nurani,sekalian. Karena manusia akan menanggung smua konsekuensi pilihan2 yang dibuatnya dalam menjalanni labirin ini. Dan bahkan terkadang konsekuensi itu merupakan suatu resiko yang tidak mengenakkan dan menyangkut pautkan dengan labirin orang lain.
Maksudnya begini, saat kita membuat pilihan untuk belok ke kiri dalam labirin hidup kita, mungkin saja kita akan berjumpa dengan si X di belokan itu, sehingga tentu saja akan mengganggu perjalanan hidup si X, dan begitu seterusnya.
Namun sejujurnya, terkadang kita juga pernah menyesali pilihan2 yang telah kita buat, tapi apa pun itu, hidup takkan membawa kita kembali, sebanyak apa pun perubahan rute yang kita lakukan. Nah....disinilah pentingnya dan gunanya kita memiliki keduanya -akal pikiran dan hati nurani- biar kita bisa memaksimalkan karunia yang kita miliki ini untuk membuat pertimbangan2 sebelum kita membuat suatu pilihan, tentu saja untuk meminimalisir kemungkinan untuk menyesal atas pilihan-pilihan itu. karena penyesalan paling dalam sekali pun tak akan membawa kita kembali.
Kaitannya dengan masuk kerja????karena semua ini pilihan kita. Kita yang telah memilih untuk bekerja, menjadi pekerja, so...konsekuensinya kita harus taat dengan kebijakan dan aturan2 ditempat kerja. termasuk keharusan untuk masuk kerja pada saat kita belum merasa refresh dan cukup dengan libur yang diberikan tempat kerja. Coba kalo dulu kita memilih jadi bos, punya usaha sendiri. Tentu kita bebas dong untuk menentukan kebijakan dari usaha kita itu, termasuk kebijakan yang menetapkan lamanya libur. Ya iyalah...secara jadi boss gituuuhhhh.
Iyyyya.....salah kita juga kan kenapa dari dulu milih jadi karyawan. nah sekarang ga bisa lagi kan, kembali ke umur 22-an, waktu baru2 lulus kuliah dan memilih buka usaha sejak umur segitu. paling banter juga kita cuma bisa melanjutkan pilihan kitaa, atau memutar arah perjalanan. Misalnya, dengan berenti jadi karywan dan memilih buka usaha sendiri mulai sekarang. hehehehehehehe itu termasuk sentilan sentilun buat aku juga, ya...sebenarnya aku juga masih pengen libur sih. Apalagi ditambah lagi kondisi yang lagi ga begitu fit gini, mending dirumah kan dari pada dikantor??
Termasuk pilihanku untuk menikah dengan dia, itu adalah pilihan, dan aku harus bertanggung jawab dengan semua konsekuensinya. Juga pilihanku yang waktu itu menolak waktu ditawari S2 oleh ayah, dengan segala alasannya, pilihanku untuk milih kuliah di biologi yang bikin aku terdampar dikantor ini sekarang. Itu semua pilihanku, dan inilah konsekuensinya.
Yang penting disyukuri.....kan kalo disyukuri dan dijalani dengan ikhlas semuanya jadi enak. Kalo dulu orang bilang nasi udah jadi bubur.......sekarang tinggal kita kasih suwiran ayam dan kaldu, serta kerupuk, sambel n bawang goreng. biar itu nasi sekarang jadi bubur ayam. toh...tetap enak kan??????
Libur lebaran udah selesai, lumayanlah total libur yang 9 hari itu buat merayakan idul fitri dan berlebaran, sekaligus buat merefresh kondisi fisik dan mental, terutama banget buat menyegarkan kembali kemumetan2 selama rutinitas. walaupun sejujurnya liburan itu belum dirasa cukup, bahkan terkadang bukan memberikan kesegaran, malah tak jarang menimbulkan kelelahan2 baru. Tapi ya...ga apa2lah, setidaknya lumayan juga bisa stay at home selama semingguan.
![]() |
| super labirynth of you |
Dalam hidup, kita meciptakan labirin kita masing2, yang kadang dan seringkali bersinggungan dengan labirin2 labirin milik orang lainnya. Dan tentu saja, dimana2 yang namanya labirin itu pasti berputar dan membingungkan. namun dalam labirin kehidupan, sebanyak apa pun perubahan jalan yang kita ambil, tak ada satu pun yang dapat membawa kita kembali. Mungkin itu lah bedanya labirin ini dengan labirin mainan. Saat kita telah memilih dan mengambil keputusan akan pilihan2 kita itu, makaakan timbul banyak konsekuensi dari pilhan itu. Pilihan2 yang disodorkan oleh kehidupan ini semua tentu mengandung resiko, yang kadang kita sukai, dan tak jarang pula resiko yang tidak kita harapkan. Mungkin karena itulah kenapa manusia dibekali akal pikiran dan juga nurani,sekalian. Karena manusia akan menanggung smua konsekuensi pilihan2 yang dibuatnya dalam menjalanni labirin ini. Dan bahkan terkadang konsekuensi itu merupakan suatu resiko yang tidak mengenakkan dan menyangkut pautkan dengan labirin orang lain.
Maksudnya begini, saat kita membuat pilihan untuk belok ke kiri dalam labirin hidup kita, mungkin saja kita akan berjumpa dengan si X di belokan itu, sehingga tentu saja akan mengganggu perjalanan hidup si X, dan begitu seterusnya.
Namun sejujurnya, terkadang kita juga pernah menyesali pilihan2 yang telah kita buat, tapi apa pun itu, hidup takkan membawa kita kembali, sebanyak apa pun perubahan rute yang kita lakukan. Nah....disinilah pentingnya dan gunanya kita memiliki keduanya -akal pikiran dan hati nurani- biar kita bisa memaksimalkan karunia yang kita miliki ini untuk membuat pertimbangan2 sebelum kita membuat suatu pilihan, tentu saja untuk meminimalisir kemungkinan untuk menyesal atas pilihan-pilihan itu. karena penyesalan paling dalam sekali pun tak akan membawa kita kembali.
Kaitannya dengan masuk kerja????karena semua ini pilihan kita. Kita yang telah memilih untuk bekerja, menjadi pekerja, so...konsekuensinya kita harus taat dengan kebijakan dan aturan2 ditempat kerja. termasuk keharusan untuk masuk kerja pada saat kita belum merasa refresh dan cukup dengan libur yang diberikan tempat kerja. Coba kalo dulu kita memilih jadi bos, punya usaha sendiri. Tentu kita bebas dong untuk menentukan kebijakan dari usaha kita itu, termasuk kebijakan yang menetapkan lamanya libur. Ya iyalah...secara jadi boss gituuuhhhh.
Iyyyya.....salah kita juga kan kenapa dari dulu milih jadi karyawan. nah sekarang ga bisa lagi kan, kembali ke umur 22-an, waktu baru2 lulus kuliah dan memilih buka usaha sejak umur segitu. paling banter juga kita cuma bisa melanjutkan pilihan kitaa, atau memutar arah perjalanan. Misalnya, dengan berenti jadi karywan dan memilih buka usaha sendiri mulai sekarang. hehehehehehehe itu termasuk sentilan sentilun buat aku juga, ya...sebenarnya aku juga masih pengen libur sih. Apalagi ditambah lagi kondisi yang lagi ga begitu fit gini, mending dirumah kan dari pada dikantor??
Termasuk pilihanku untuk menikah dengan dia, itu adalah pilihan, dan aku harus bertanggung jawab dengan semua konsekuensinya. Juga pilihanku yang waktu itu menolak waktu ditawari S2 oleh ayah, dengan segala alasannya, pilihanku untuk milih kuliah di biologi yang bikin aku terdampar dikantor ini sekarang. Itu semua pilihanku, dan inilah konsekuensinya.
Yang penting disyukuri.....kan kalo disyukuri dan dijalani dengan ikhlas semuanya jadi enak. Kalo dulu orang bilang nasi udah jadi bubur.......sekarang tinggal kita kasih suwiran ayam dan kaldu, serta kerupuk, sambel n bawang goreng. biar itu nasi sekarang jadi bubur ayam. toh...tetap enak kan??????
![]() |
| Menjalani pilihan dengan ikhlas dan penuh kesyukuran |

