Salam.......^__^
Hmmm.............udah hampir satu menit rasanya aku berkutak-kutik sama judul yang udah terlanjut aku tulisdi awal itu. sekarang giliran aku yang bingung sendiri mau mulai dari mana bahasan ini. Hmmm......hujan diluar sana sedikit menjadi lebih deras dari saat aku menuliskan judul diawal laman ini, hujan ini mungkin pertanda alam pun ikut bersuka cita menyambut Ramadhan yang segera hadir. Meski bagiku dan sebagian orang hari ini adalah hari ke 30 Sya'ban Tahun ini, tapi bagi sebagian yang lain hari ini adalah 1 Ramadhan 1434 H.
Kenapa yah kok tadi aku bisa punya ide buat menuliskan tentang managerial. hal yang secara teori (rasanya) sangat sedikit pernah aku pelajari. tapi sesungguhnya, bukankah kita adalah manager, meski mungkin hanya me-manager-i diri kita sendiri, atau segelintir orang dalam organisasi kecil di keluarga atau tempat kerja. well.....however, masing2 kita adalah benar seorang manager. meski banyak yang diluar sana adalah manager dari kelompok yang lebih besar dan banyak.
Tapi me-manager-i diri sendiri juga bukanlah suatu hal yang mudah. dan menurutku, kalau kita ingin sukse menjadi manager buat kelompok yang lebih besar, tentu sebelumnya harus juga kita menjadi manager yang sukses buat diri kita sendiri. Yah.....ukuran kesuksesan menjadi manager bagi diri sendiri pada tiap2 orang mungkin berbeda, dan cukuplah diri kita sendiri dan Tuhan yang tau. Atau kenapa tak dijadikan saja nilai kesuksesan diri kita me-maneger-i diri sendiri ini menjadi sebuah bahan renungan, muhasabah diri, mumpung bulan Ramdahan sudah didepan mata. agar sesudah ramdahan, saat pekik takbir mengumandang menyambut idul fitri diri kita benar fitri, suci. dan bersiap dengan metode2 baru yang leih baik dalam me-manager-i diri sendiri selama 11 bulan mendatang hingga perjumpaan deng ramadhan selanjutnya.
ya....ramadhan memang sengaja dihadirkan Allah untuk kita menempa diri, to be a better you. Bagaimana kita melakukan managerial terhadap amarah, hawa nafsu, waktu, dan kekurangan2 dalam pribadi kita. rasanya ga ada seorang pun di dunia ini yang pengen jadi orang jahat, bahkan bandit paling jahat pun ingin mati masuk surga. dan memang kecenderung manusia itu sesungguhnya terhadap kebaikan dan keindahan, termasuk keindahan dan kebaikan pribadi.
Tapi jujur aja, sekarang2 ini menjadi istri itu keliatannya semakin sulit. apalagi dengan situasi seperti sekarang ini. apa-apa jadi lebih mahal. Aku aja sampe kaget waktu belanja, tau2 aja harga barang2 udah pada naik tanpa pemberitahuan. kadang kepikiran juga ama masyarakt yang ga memiliki penghasilan tetap. yang anak2nya banyak dan masih sekolah. Tapi iya juga sih, kalo diliat2, masyarakat di kota ku ini kesejahteraannya termasuk diatas rata2, maksudku kalo dibandingkan wilayah lain, ga ada deh masyarakat siini yang bener2 masuk kategori tidak mampu atau dibawah garis kemiskinan. orang2 sini tuh emang konsumtif. naah....itu juga tuh peran para istri untuk bisa me-manager-i rumah tangga masing2, agar tetap balance anatara pemasukan dan pengeluaran. kalo merujuk pada pepatah orang jaman doeloe namanya tuh jangann sampe besar pasak dari pada tiang. bukannya ga boleh belanja juga, tapi lebih kepada bagaimana kita untuk menyeimbangkan antara pendapatan dan kebutuhan. keluar deh yang namanya fisrt thing first atau utamakan yg lebih penting dulu, atau juga skala prioritas. oh ya satu lagi tuh yang mungkin belum menjadi kebiasaan, yaitu nabung. mungkin kalo (ga salah) dalam ilmu ekonomoni itu yang sanamanya tabungan (saving) adalah pendapatan dikurangi konsumsi, naah.....kenapa ga dibalik saja seperti ini bahwa kansumsi adalah pendapatan dikurangi saving. hehehehehehehe.......to be someone different, we cannot use only the default way. Its managerial....... ^__^
Hmmm.............udah hampir satu menit rasanya aku berkutak-kutik sama judul yang udah terlanjut aku tulisdi awal itu. sekarang giliran aku yang bingung sendiri mau mulai dari mana bahasan ini. Hmmm......hujan diluar sana sedikit menjadi lebih deras dari saat aku menuliskan judul diawal laman ini, hujan ini mungkin pertanda alam pun ikut bersuka cita menyambut Ramadhan yang segera hadir. Meski bagiku dan sebagian orang hari ini adalah hari ke 30 Sya'ban Tahun ini, tapi bagi sebagian yang lain hari ini adalah 1 Ramadhan 1434 H.
Kenapa yah kok tadi aku bisa punya ide buat menuliskan tentang managerial. hal yang secara teori (rasanya) sangat sedikit pernah aku pelajari. tapi sesungguhnya, bukankah kita adalah manager, meski mungkin hanya me-manager-i diri kita sendiri, atau segelintir orang dalam organisasi kecil di keluarga atau tempat kerja. well.....however, masing2 kita adalah benar seorang manager. meski banyak yang diluar sana adalah manager dari kelompok yang lebih besar dan banyak.
Tapi me-manager-i diri sendiri juga bukanlah suatu hal yang mudah. dan menurutku, kalau kita ingin sukse menjadi manager buat kelompok yang lebih besar, tentu sebelumnya harus juga kita menjadi manager yang sukses buat diri kita sendiri. Yah.....ukuran kesuksesan menjadi manager bagi diri sendiri pada tiap2 orang mungkin berbeda, dan cukuplah diri kita sendiri dan Tuhan yang tau. Atau kenapa tak dijadikan saja nilai kesuksesan diri kita me-maneger-i diri sendiri ini menjadi sebuah bahan renungan, muhasabah diri, mumpung bulan Ramdahan sudah didepan mata. agar sesudah ramdahan, saat pekik takbir mengumandang menyambut idul fitri diri kita benar fitri, suci. dan bersiap dengan metode2 baru yang leih baik dalam me-manager-i diri sendiri selama 11 bulan mendatang hingga perjumpaan deng ramadhan selanjutnya.
![]() |
| Muhasabah dan Ibadah |
Tapi jujur aja, sekarang2 ini menjadi istri itu keliatannya semakin sulit. apalagi dengan situasi seperti sekarang ini. apa-apa jadi lebih mahal. Aku aja sampe kaget waktu belanja, tau2 aja harga barang2 udah pada naik tanpa pemberitahuan. kadang kepikiran juga ama masyarakt yang ga memiliki penghasilan tetap. yang anak2nya banyak dan masih sekolah. Tapi iya juga sih, kalo diliat2, masyarakat di kota ku ini kesejahteraannya termasuk diatas rata2, maksudku kalo dibandingkan wilayah lain, ga ada deh masyarakat siini yang bener2 masuk kategori tidak mampu atau dibawah garis kemiskinan. orang2 sini tuh emang konsumtif. naah....itu juga tuh peran para istri untuk bisa me-manager-i rumah tangga masing2, agar tetap balance anatara pemasukan dan pengeluaran. kalo merujuk pada pepatah orang jaman doeloe namanya tuh jangann sampe besar pasak dari pada tiang. bukannya ga boleh belanja juga, tapi lebih kepada bagaimana kita untuk menyeimbangkan antara pendapatan dan kebutuhan. keluar deh yang namanya fisrt thing first atau utamakan yg lebih penting dulu, atau juga skala prioritas. oh ya satu lagi tuh yang mungkin belum menjadi kebiasaan, yaitu nabung. mungkin kalo (ga salah) dalam ilmu ekonomoni itu yang sanamanya tabungan (saving) adalah pendapatan dikurangi konsumsi, naah.....kenapa ga dibalik saja seperti ini bahwa kansumsi adalah pendapatan dikurangi saving. hehehehehehehe.......to be someone different, we cannot use only the default way. Its managerial....... ^__^


0 comments:
Post a Comment