Friday, 22 June 2012

A short trip to Dewata Island

Salaam......

Bali is wonderful. hmmmm...jujur itu yang langsung terpikir waktu nyampe di Bali. Sebenernya udah ngerasa exicited bgt waktu baru dikasih SPT buat ke bali. udah kebayang dong bakal ngerasain gimana sih suasana di bali yang kesohor itu. Wuahh pokoknya exicited bgt. sampe2 saking senengny laut a aku lantas meng sms ayah, abang, adek n umi ku ngasih tau aku di tugaskan ke bali. horeeeee
Suasana bali yang aku bayangin langsung bikin aku kaget , bahkan waktu masih di pesawat belum landing. Dari ketinggian, udah terlihat gunung yang mengangkangi pulau dewata, berselimut awan tipis dan disorot sinar matahari sore yang romantis. Subhanaallah....sungguh pemandanan yang menakjubkan. aku benar2 dibuat menlongo oleh pemandangan yang hanya kulihat dari jendela pesawat itu. N seketika aku langsung jatuh cinta pada pulau yang belum lagi kutapaki itu. Pemandangan lain yang selanjutnya cukup membuatku kaget adalah ketika pesawat terbang semakin rendah, terlihat laut berombak lembut jelasdari tempat duduk ku di pesawat itu. Dan pikirku pun sempat berkecamuk, dan sedikit panik. Kok laut dekat banget terlihat dari sini.Aku langsung mengira hal buruk akan terjadi di sini, pesawat kecebur ke laut, misalnya. Sumpah deh....kayaknya itu pesawat hanya beberapa meter diatas laut. UUhhh.....ternyata Ngurah rai airpot itu emang adanya di tepi laut. jadi ya wajarlah sebelum mendarat yang terlihat adalah laut yang terhampar hanya beberapa meter di bawah burung besi ini. Sumpahdeh...aku seketika merasa norak banget, n konyollll abis....but suddenly semuanya bikin aku makin jatuh cinta pada pulau ini.
Matahari senja menunjukkan nyaris jam 6 waktu Bali. Bayangkan airport yang langsung berbatasan dengan laut yang berombak lembut, disirami cahaya mentari sore berwarna oranye lembut, hmmm hangat dan sangat romantis. Sayang aku cuma sendiri saat itu....n suddenly i miss my hubby a lot....wish he was with me on that romantic afternoon. hiks.....hiks....
Ga terlalu lama buat menuggu bagasi, perjalanan pun lanjut ke novotel nusa dua. Di sepanjang jalan semuanya tampak lebih mengagumkan. Meski dikelilingi laut tapi cuaca disini sejuk dan cenderung dingin.agak nyesel juga aku ga bawa jaket. Karena ku pikir daerah berpantai itu panas, seperti Pangkalpinang, kota kecilku yang kucintai. Selama perjalanan menuju hotel aku membuat sebuah kesimpulan "bali memang sudah dipersiapkan dan siap untuk kota pariwisata". terlihat dari layout dan outlook kota yang tertata apik dan menyenangkan buat dipandang. kemananapun mata menolah, rasanya semuanya tampak serasi dan bagus. begitu pun masyarakatnya. Bahkan supir taksi pun bisa berkomunikasi lancar dengan para turis2 bule yang banyak berseliweran disana. Hotel yang disediakan oleh GIZ (insitusi jerman penyelenggara workshop) berada di kawasan nusa dua. Rasanya aku akan betah jalan kaki di kawasan ini. gimana tidak sepanjang jalan pohon2 rindang tertata rapi, jalan2 bersih dan tenang. sangat cocok untuk "betunang" dengan kekasih hala-mu #prikitieewwww........
 Semua yang terlihat disini tampak sengaja dibuat untuk memanjakan mata. Bahakan papan peta di kawasan nusa dua ini pun dibuat sedemikian rupa sehingga sanagt menarik, lebih dari sekedar peta penunjuk arah.
Malamnya aku dan beberapa orang teman yang sudah saling kenal sejak workshop JICA memutuskan untuk jalan2. meski masing dari kami masih lelah. tapi malam yang semakin larutpun ga membatalkan niat kami buat jalan. jadilah malam itu kami ke kuta square. dan berjalan kaki dari kuta square menuju pantai kuta, dan jalan legian. benar saja suasana malam layaknya hanya berarti jam buat para pengunjung disini. tapi keramaian dan keseruan justru semakin menggila. Para wisman terlihat sangat enjoy disini, dengan santainya merreka merokok sambil minum bir lesehan di depan pertokoan, and even kissing as often as they want.bahkan kayaknya sangat sedikit pribumi yang kami lihat, dan kami beberapa orang diantara segelintir pribumi dikawasan ini. Karena sebagaian besar yang ada disini ada orang2 kaukasian maupun  wajah2 sipit asia seputar jepang n cina, kami jadi merasa seperti "orang asing" dinegeri kami sendiri.

Jujur aja aku ngrasa sangat kekurangan waktu buat jalan2 dan menikmati pulau ini. karenanya pagi2 pun ku bela2in buat bangun pagi n jalan kaki meng explore kawasan nusa dua. Benar saja sun rise tampak sangat cantik disini. Dan aku dan beberapa teman yang sama sekali ga tau daerah ini iseng2 berjalan kearah sebuah gapura. tenyata itu adalah pintu masuk ke nusa dua beach.
Dari jauh  terlihat ombak yang pecah membuih di karang. sangat eksotis....dan membuat kami semua lantas "wuuuuaahhhhh'........" bareng2.


Malemnya kami makan malam di jimbaran. Persis di tepi pantai, dengan diterangi lilin yang temaram dan ombar yang berdebur halus. angin berhembus dingin dan lembab, sementara di kejauahan kami disuguhi tontonan dari pesawat yang landing di ngurah rai. Jujur aja makan disini aku ga terlalu menikmati makanannya, karena sea food di bangka jauh lebih enak dan fresh. Tapi suasana yang beda ini yang sangat membekas. Di tempat ini disuguhkan pula tari2 bali oleh penari lentik dengan lirikan mautnya yang khas bali dari resto2 disini bergantian. jadi seakan penari ini  menari sambung menyambung, dan tentu saja dalam denting gending bali yang syahdu. Ada pula musisi yang bernayanyi dari meja ke meja dan lagu on request. hmmmm seru dan sangat romantis. and again...suddenly i miss my hubby, anymore.
Sayangnya acara jalan2 n nengok2 ini cuma bisa pas malemnya aja. soalnya kalo siang udah harus pasang tampang serius di depan laptopn n headset buat mbelajari materi dari aleandro n gudrun bruzak. erang Padahal kalo bisa ngeliat dalam keadaan terang benderang, Bali pasti jauh lebih menarik lagi.
Hmmm sungguh masih banyak banget yang sebenarnya pengen kulihat di pulau dewata ini, hopefully someday i'll be back there with my someone special. i really in love to the beuty of this island.

0 comments:

 
Copyright 2009 My Memoar. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Blogger Showcase