Salaam.....^__^
Hari in, jam segini (jam 3 sore) udah nyampe kantor lagi dengan selamat, sehat walafiat. Alahamdulillah, puji syukur kepada Tuhan atas berkat dan lindungan yang diberikan kepada rombongan kami.
Well...perjalanan kali ini cukup menguras emosi, disertai deg-degan dan gemetaran. Okey aku runutkan cerita ini dari awal. Sudah sejak akhir pekan lalu direncanakan, akhirnya hari ini kami berangkat ke Muntok, kota kabupaten diujung barat pulau Bangka untuk suatu keperluan tugas yang sudah direncanakan. Kami berangkat sekitar jam 8 pagi, setelah mengikuti apel mingguan di kantor gubernur. Tujuan kami hari ini adalah salah satu perusahaan smelter yang berada di kawasan kabupaten tersebut. Perjalanan berjalan dengan penuh keriangan. Didalam mobil, kami berlima bercerita berbagai hal, dari mulai urusan kantor sampe hal-hal remeh temeh lainya, sekedar mengisi waktu, menghalau kantuk dan membunuh bosan 3 jam perjalanan. Perjalanan yang ditempuh berlangsung mulus, meski sesekali kami dihadang jalan yang kurang bersahabat karena ada perbaikan.
Hingga kami sudah labih dari setengah perjalanan, di sebuah desa yang relatif sepi mobil kami dihadang oleh beberapa orang yang berwajah panik. astagfirullah, ternyata kecelsung akaa. Spontan kami berhenti, karena alasan kemanusiaan, dan juga karena mobil kami udah dihadang oleh beberapa pria, sehingga tak wajar rasanya kalau kami ikut lari. Kami pun langsung keluar dari mobil, dan melihat korban yang tergeletak. Ughhh keadaan kedua korban tabrakan itu sontak membuatku langsung lemas, gemetaran, deg-degan, takut dan diserbu rasa tak nyaman yang tak kumengerti. Karena hampir tak ada pilihan lain maka kami pun membantu korban yang sudah tak sadarkan diri itu. Kedua korban lansung diangkut masuk kebagian belakang mobil, ditemani sopir mobil yang menabraknya, dan dua orang dari tempat kejadian. Semula aku ragu untuk ikut masuk kedalam mobil, tapi karena perjalanan yang kami tuju masih jauh dan rasa-rasanya tak mungkin untuk sekedar menjemput aku lagi, akhirnya kami semua rombongan ikut didalam mobil. Skenario-nya, kami akan mengantar kedua korban tersebut ke rumah sakit terdekat, dan terus melanjutkan perjalanan kami ketujuan,. karena kebetulan rumah sakit dan tujuan kami cenderung searah. Diperjalanan aku masih gemetar, lemas rasanya mengingat kami membawa dua orang korban kecelakaan. Oh God....baru ini aku melihat korban kecelakaan seperti ini, mengerikan. Aku takut....!
Ceritanya, seorang gadis muda berseragam membonceng seorang anak kecil, mungkin anak itu berumur 9-an tahun. entah bagaimana sampai motor yang dikendarai wanita itu tertabrak sebuah honda jazz, hingga nyusruk kebagian depan mobil itu. Saat kami tiba dilokasi tersebut, kami sudah melihat korban yang terkapar berlumur darah. Sungguh menyedihkan.
Ditengah jalan, korban gadis berseragam yang semula pingsan, tersadar. Mungkin dia melihat keadaannya dan keadaan anak kecil disebelahnya yang belum juga sadar dan masih berdarah-darah, kontan saja gadis itu langsung histeris dan menjerit. Teriakan kesakitan, ketakutan dan kepanikan menambah suasana dalam mobil semkain panik, dan aku semakin tercekam. Aku yang pindah duduk dikursi depan dengan seorang teman dan disamping supir semakin jadi panik dan tegang. Sempat kulihat supir pun rada susah berkonsentrasi karena teriakan gadis itu. Alih2 pengen cepet sampe ketujuan, tapi kami pun tegang. Semua doa yang masih kuingat kucaba lafalkan pelan2 dalam hati, namun tetap saja susah untuk tidak merasa takut. Plok....teman disebelahku menupuk pelan pundakku, "istigfar, ref....." kata temanku itu. Dia ga tau gimana aku sedang berusaha keras melakukan itu sejak tadi.
Kami yang tadi berusaha membawa korban itu kerumah sakit kabupaten, tapi mengingat kondisi keeduanya yang cukup parah dan lokasi rumah sakit yang masih jauh, akhirnya diputuskan untuk membawa korban ke puskemas yang sudah mempunyai peralatan yang cukup memadai. Sesampainya di puskesmas itu, korban langsung ditangani, terlebih anak kecil yang sekilas terlihat lebih parah kondisinya.dreSelanjutnya rombongan pasukan bodrex kami pun melanjutkan perjalanan ke kota tujuan.
Sesampainya di Muntok, teman2 di Muntok pun bingung, karena kami dari awal sudah berencana ke Muntok. Karena sebenarnya perusahaan yang kami tuju hari ini letaknya di sebuah desa yang notabene letaknya sbelum desa tempat tabrakan tadi terjadi. Yuppp...itu artinya kami harus balik arah, kembali kejalan pulang ke pangkalpinang, tempat keberangkatan awal kami.
Akhirnya kami pun ke tempat tujuan yang sesungguhnya, perusahaan tersebut. Dan otomatis, kami pun melewati lokasi kejadian tabrakan tadi, juga Puskesmas tempat kami mengantar kedua korban tersebut. Dan tentu saja kejadian tadi yang masih saja terkenang. Saat melintas di depan pos polisi di daerah tadi, kami lihat mobil yang tadi nabrak, sudah nangkring di pos polisi. Dan here we are, kami nyampe juga ke lokasi perusahaan tersebut, yang berada di desa, dan cenderung di dekat hutan2 kecil. Maklum, perusahaan yang kami kunjungi memang pabrik smelter. Dan ternyata, pabrik itu sedang TUTUP, karena diperusahaan tersebut sedang ada pembangunan dan perombakan total seluruh bangunan. praktis, tidak ada kegiatan operasional sama sekali. So tugas kami hari ini ringan saja. Ya udah deh....tak lama di lokasi pabrik yang sedang tidak b eroperasi tersebut, kami langsung pulang ke pangkalpinang.
Diperjalanan, salah satu teman dalam rombongan kami mendapat sms, isinya memberitahukan bahwa anak kecil korbnan kecelakaan yang kami tolong tadi, sudah meninggal dunia. Deg!!!!! innalillahi wainnailahi rojiun, Segalanya milik Allah, dan kepada-NYA lah semuanya akan kembali.
Aku merinding, kaget, lemas, dan takut. Ya allah....izin kami menjemput sakaratul maut dalam damai, ditengah kehangatan cinta dan kasih sayang orang2 yang kami sayangi, dan orang2 yang menyayangi kami.Begitukah skenario-Mu atas anak itu, Tuhan????aku langsung terbayang pada gadis muda yang turut menjadi korban bersama anak itu. Bagaimana kondisinya sekarang, mungkin dia akan menjerit lebih histeris lagi mendengar kabar itu. Terbayang juga wajah anak kecil yang tadi berlumuran darah, dan kondisinya yang memang terlihat lebih parah. Ughhhh...rasanya perutku mulas, tangan dan kakiku dingin, dan marinding (lagi). Sampe kantor pun, aku masih mersa lemas, dan sedikit gemetaran.
Semoga kita bisa mengambil hikmah dari cerita ini. Kepada-MU kami berlindang, ya Rabb. Karena KAU-lah sebaik-baiknya penolong, dan sebaik-baiknya tempat kembali.
Hari in, jam segini (jam 3 sore) udah nyampe kantor lagi dengan selamat, sehat walafiat. Alahamdulillah, puji syukur kepada Tuhan atas berkat dan lindungan yang diberikan kepada rombongan kami.
Well...perjalanan kali ini cukup menguras emosi, disertai deg-degan dan gemetaran. Okey aku runutkan cerita ini dari awal. Sudah sejak akhir pekan lalu direncanakan, akhirnya hari ini kami berangkat ke Muntok, kota kabupaten diujung barat pulau Bangka untuk suatu keperluan tugas yang sudah direncanakan. Kami berangkat sekitar jam 8 pagi, setelah mengikuti apel mingguan di kantor gubernur. Tujuan kami hari ini adalah salah satu perusahaan smelter yang berada di kawasan kabupaten tersebut. Perjalanan berjalan dengan penuh keriangan. Didalam mobil, kami berlima bercerita berbagai hal, dari mulai urusan kantor sampe hal-hal remeh temeh lainya, sekedar mengisi waktu, menghalau kantuk dan membunuh bosan 3 jam perjalanan. Perjalanan yang ditempuh berlangsung mulus, meski sesekali kami dihadang jalan yang kurang bersahabat karena ada perbaikan.
Hingga kami sudah labih dari setengah perjalanan, di sebuah desa yang relatif sepi mobil kami dihadang oleh beberapa orang yang berwajah panik. astagfirullah, ternyata kecelsung akaa. Spontan kami berhenti, karena alasan kemanusiaan, dan juga karena mobil kami udah dihadang oleh beberapa pria, sehingga tak wajar rasanya kalau kami ikut lari. Kami pun langsung keluar dari mobil, dan melihat korban yang tergeletak. Ughhh keadaan kedua korban tabrakan itu sontak membuatku langsung lemas, gemetaran, deg-degan, takut dan diserbu rasa tak nyaman yang tak kumengerti. Karena hampir tak ada pilihan lain maka kami pun membantu korban yang sudah tak sadarkan diri itu. Kedua korban lansung diangkut masuk kebagian belakang mobil, ditemani sopir mobil yang menabraknya, dan dua orang dari tempat kejadian. Semula aku ragu untuk ikut masuk kedalam mobil, tapi karena perjalanan yang kami tuju masih jauh dan rasa-rasanya tak mungkin untuk sekedar menjemput aku lagi, akhirnya kami semua rombongan ikut didalam mobil. Skenario-nya, kami akan mengantar kedua korban tersebut ke rumah sakit terdekat, dan terus melanjutkan perjalanan kami ketujuan,. karena kebetulan rumah sakit dan tujuan kami cenderung searah. Diperjalanan aku masih gemetar, lemas rasanya mengingat kami membawa dua orang korban kecelakaan. Oh God....baru ini aku melihat korban kecelakaan seperti ini, mengerikan. Aku takut....!
Ceritanya, seorang gadis muda berseragam membonceng seorang anak kecil, mungkin anak itu berumur 9-an tahun. entah bagaimana sampai motor yang dikendarai wanita itu tertabrak sebuah honda jazz, hingga nyusruk kebagian depan mobil itu. Saat kami tiba dilokasi tersebut, kami sudah melihat korban yang terkapar berlumur darah. Sungguh menyedihkan.
Ditengah jalan, korban gadis berseragam yang semula pingsan, tersadar. Mungkin dia melihat keadaannya dan keadaan anak kecil disebelahnya yang belum juga sadar dan masih berdarah-darah, kontan saja gadis itu langsung histeris dan menjerit. Teriakan kesakitan, ketakutan dan kepanikan menambah suasana dalam mobil semkain panik, dan aku semakin tercekam. Aku yang pindah duduk dikursi depan dengan seorang teman dan disamping supir semakin jadi panik dan tegang. Sempat kulihat supir pun rada susah berkonsentrasi karena teriakan gadis itu. Alih2 pengen cepet sampe ketujuan, tapi kami pun tegang. Semua doa yang masih kuingat kucaba lafalkan pelan2 dalam hati, namun tetap saja susah untuk tidak merasa takut. Plok....teman disebelahku menupuk pelan pundakku, "istigfar, ref....." kata temanku itu. Dia ga tau gimana aku sedang berusaha keras melakukan itu sejak tadi.
Kami yang tadi berusaha membawa korban itu kerumah sakit kabupaten, tapi mengingat kondisi keeduanya yang cukup parah dan lokasi rumah sakit yang masih jauh, akhirnya diputuskan untuk membawa korban ke puskemas yang sudah mempunyai peralatan yang cukup memadai. Sesampainya di puskesmas itu, korban langsung ditangani, terlebih anak kecil yang sekilas terlihat lebih parah kondisinya.dreSelanjutnya rombongan pasukan bodrex kami pun melanjutkan perjalanan ke kota tujuan.
Sesampainya di Muntok, teman2 di Muntok pun bingung, karena kami dari awal sudah berencana ke Muntok. Karena sebenarnya perusahaan yang kami tuju hari ini letaknya di sebuah desa yang notabene letaknya sbelum desa tempat tabrakan tadi terjadi. Yuppp...itu artinya kami harus balik arah, kembali kejalan pulang ke pangkalpinang, tempat keberangkatan awal kami.
Akhirnya kami pun ke tempat tujuan yang sesungguhnya, perusahaan tersebut. Dan otomatis, kami pun melewati lokasi kejadian tabrakan tadi, juga Puskesmas tempat kami mengantar kedua korban tersebut. Dan tentu saja kejadian tadi yang masih saja terkenang. Saat melintas di depan pos polisi di daerah tadi, kami lihat mobil yang tadi nabrak, sudah nangkring di pos polisi. Dan here we are, kami nyampe juga ke lokasi perusahaan tersebut, yang berada di desa, dan cenderung di dekat hutan2 kecil. Maklum, perusahaan yang kami kunjungi memang pabrik smelter. Dan ternyata, pabrik itu sedang TUTUP, karena diperusahaan tersebut sedang ada pembangunan dan perombakan total seluruh bangunan. praktis, tidak ada kegiatan operasional sama sekali. So tugas kami hari ini ringan saja. Ya udah deh....tak lama di lokasi pabrik yang sedang tidak b eroperasi tersebut, kami langsung pulang ke pangkalpinang.
Diperjalanan, salah satu teman dalam rombongan kami mendapat sms, isinya memberitahukan bahwa anak kecil korbnan kecelakaan yang kami tolong tadi, sudah meninggal dunia. Deg!!!!! innalillahi wainnailahi rojiun, Segalanya milik Allah, dan kepada-NYA lah semuanya akan kembali.
Aku merinding, kaget, lemas, dan takut. Ya allah....izin kami menjemput sakaratul maut dalam damai, ditengah kehangatan cinta dan kasih sayang orang2 yang kami sayangi, dan orang2 yang menyayangi kami.Begitukah skenario-Mu atas anak itu, Tuhan????aku langsung terbayang pada gadis muda yang turut menjadi korban bersama anak itu. Bagaimana kondisinya sekarang, mungkin dia akan menjerit lebih histeris lagi mendengar kabar itu. Terbayang juga wajah anak kecil yang tadi berlumuran darah, dan kondisinya yang memang terlihat lebih parah. Ughhhh...rasanya perutku mulas, tangan dan kakiku dingin, dan marinding (lagi). Sampe kantor pun, aku masih mersa lemas, dan sedikit gemetaran.
Semoga kita bisa mengambil hikmah dari cerita ini. Kepada-MU kami berlindang, ya Rabb. Karena KAU-lah sebaik-baiknya penolong, dan sebaik-baiknya tempat kembali.

1 comments:
patuhi marka jalan, jangan lupa perhatikan tikungan dan senantiasa kontrol lampu sign ^_^ heheheh
semoga kita senantiasa dalam perlindungan terbaikNya. amin
Post a Comment