Salaam........ ^__^
Uhhhh lama juga tak menuangkan isi hati. biasa lah banyak kesibukan yang harus diprioritaskan yang menuntut waktu dan pikiran, hingga menyumbat ide2 hibgga tak leluasa mengalir. Cieeee macam pujangga ngetop aja nieh.
Sekarang kota kecilku tercinta tengah diguyur hujan, setelah berhari-hari belakangan ini diterpa sengatan matahari terik yang bikin gerah dan gosong kulit. Huhhh pokoknya panas terik deh, sampe2 beberapa temen bilang kalo neraka lagi bocor kali ya???Abisnya ya...emang panas banget.
Alhamdulillah akhirnya hujan mengguyur bumi juga, meski rada sebal juga sih. Bukannya karena tidak bersyukur, tapi timing hujan ini yang kuanggap kurang tepat. Soalnya hujan ini mulai jatuh pas setengah jam sebelum waktu pulang kantor, dan melihat dari gelagat dan volume curah hujan, hujan gini ga bakal berenti dalam setengah jam kedepan, dimana waktu pulang kantor yang udah aku tunggu. Pilihannya ada dua, pulang kerja ujan2an, atau menunggu sampe hujan sedikit reda
atau bahkan reda sama sekali. sebenarnya sih aku mau2 aja pulang dengan menerobos hujan, toh aku suka kok hujan2an, lagi pula aku punya mantel hujan. Tapi hujan kali ini bukan hujan yang damai, maksudku hujan kali ini disertai kilat petir. Dan itu yang paling ga aku suka dari hujan.okey....kali ini aku memilih membuat kesepakatan dengan rinai hujan ini. Aku akan pulang setelah mereka mulai pergi. Hmmm kayaknya kali ini aku memilih untuk tidak akur denga hujan. biarin deh...dari pada aku kettakutan karena kilat, terus aku jatuh dari motor, lebih gawat kan?????
Nah...yang paling aku suka dari hujan ini, biasanya setelah hujan akan mucul garis2 berwarna indah dilangit, seelok selendang mayang para bidadari. garis-garis itu bernama pelangi, nak. Selendang mayang itu bukan jalan para bidadari menuju pemandian, nak. Tapi itulah bias2 butir hujan yang tersinari cahaya mentari. garis-garis itu nyata indahnya, sayang. penghangat di ujung badai yang tadi datang. dan kau tau sayang???lengkung pelangi itu sempurna pada binar mata dan senyummu.
Uhhhh lama juga tak menuangkan isi hati. biasa lah banyak kesibukan yang harus diprioritaskan yang menuntut waktu dan pikiran, hingga menyumbat ide2 hibgga tak leluasa mengalir. Cieeee macam pujangga ngetop aja nieh.
Sekarang kota kecilku tercinta tengah diguyur hujan, setelah berhari-hari belakangan ini diterpa sengatan matahari terik yang bikin gerah dan gosong kulit. Huhhh pokoknya panas terik deh, sampe2 beberapa temen bilang kalo neraka lagi bocor kali ya???Abisnya ya...emang panas banget.
Alhamdulillah akhirnya hujan mengguyur bumi juga, meski rada sebal juga sih. Bukannya karena tidak bersyukur, tapi timing hujan ini yang kuanggap kurang tepat. Soalnya hujan ini mulai jatuh pas setengah jam sebelum waktu pulang kantor, dan melihat dari gelagat dan volume curah hujan, hujan gini ga bakal berenti dalam setengah jam kedepan, dimana waktu pulang kantor yang udah aku tunggu. Pilihannya ada dua, pulang kerja ujan2an, atau menunggu sampe hujan sedikit reda
atau bahkan reda sama sekali. sebenarnya sih aku mau2 aja pulang dengan menerobos hujan, toh aku suka kok hujan2an, lagi pula aku punya mantel hujan. Tapi hujan kali ini bukan hujan yang damai, maksudku hujan kali ini disertai kilat petir. Dan itu yang paling ga aku suka dari hujan.okey....kali ini aku memilih membuat kesepakatan dengan rinai hujan ini. Aku akan pulang setelah mereka mulai pergi. Hmmm kayaknya kali ini aku memilih untuk tidak akur denga hujan. biarin deh...dari pada aku kettakutan karena kilat, terus aku jatuh dari motor, lebih gawat kan?????
![]() |
| Lengkung pelamgi |

1 comments:
mbok ya diedit dulu toh kalo udah nulis... kan kasihan si pelangi jadi punya nama pelamgi.... hihihihihi
Post a Comment